<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Caleyverse</title>
    <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/</link>
    <description></description>
    <pubDate>Fri, 12 Jun 2026 13:06:08 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>War ticket#</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/war-ticket?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#34;Alora lo kenal bang matt?&#34; tanya ziel sambil mengintip apa yang sedang gadis itu coret dibukunya.&#xA;&#xA;&#34;No, jangan ngintip hus&#34; usir Alora sambil menutupi bukunya.&#xA;&#xA;Ziel berpikir sejenak sebelum memutuskan untuk memberitahukan isi kepalanya pada teman sebangkunya.&#xA;&#xA;&#34;Besok gue ga masuk&#34; ucap Ziel yang hanya diangguki oleh Alora.&#xA;&#xA;&#34;Artis beda&#34; balas Alora sambil memandang ke arah papan tulis di depannya atau lebih tepatnya jantungnya akan berdetak lebih kencang apabila ia melakukan kontak mata dengan idolanya.&#xA;&#xA;&#34;gue ada konser&#34; cicit Ziel yang tidak lepas dari pendengaran Alora.&#xA;&#xA;&#39;Buset gue tau jalur orang dalam dong?&#39; batin Alora &#xA;&#xA;Alora berdehem sejenak sebelum menarik ujung lengan seragam milik Ziel, berusaha keras agar tangannya tidak tremor.&#xA;&#xA;&#39;duh jantung jangan murahan dong&#39;&#xA;&#xA;Ziel mendekatkan telinganya ke arah Alora tanpa mengalihkan pandangannya berusaha untuk fokus pada pelajaran di depannya.&#xA;&#xA;&#34;Emang lo sekolah gini langsung konser sempet latihan?&#34; tanya Alora pelan, Ziel sedikit terkejut karena ternyata gadis disampingnya mendengar perkataan sebelumnya membuat senyumnya perlahan mengembang.&#xA;&#xA;&#34;Gue latihannya mulai besok&#34; jawab Ziel&#xA;&#xA;&#34;War ticketnya kapan?&#34; tanya Alora berusaha memberanikan diri.&#xA;&#xA;&#34;Lo tau war ticket?&#34; kini Ziel menaruh atensinya penuh pada pertanyaan Alora barusan.&#xA;&#xA;&#34;Anne nge fans sama si justin bieber itu gue cuma mau membantu&#34; ucap Alora acuh sambil mengedikkan bahunya membuat Ziel sedikit kecewa.&#xA;&#xA;&#34;Tonight&#34; &#xA;&#xA;&#34;HAH?&#34; pekik Alora pelan&#xA;&#xA;&#34;War ticketnya, malam ini&#34; ucap Ziel kemudian berjalan pergi bersamaan dengan bel pulang yang berbunyi meninggalkan Alora yang masih mencerna perkataan terakhir Ziel.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>“Alora lo kenal bang matt?” tanya ziel sambil mengintip apa yang sedang gadis itu coret dibukunya.</p>

<p>“No, jangan ngintip hus” usir Alora sambil menutupi bukunya.</p>

<p>Ziel berpikir sejenak sebelum memutuskan untuk memberitahukan isi kepalanya pada teman sebangkunya.</p>

<p>“Besok gue ga masuk” ucap Ziel yang hanya diangguki oleh Alora.</p>

<p>“Artis beda” balas Alora sambil memandang ke arah papan tulis di depannya atau lebih tepatnya jantungnya akan berdetak lebih kencang apabila ia melakukan kontak mata dengan idolanya.</p>

<p>“gue ada konser” cicit Ziel yang tidak lepas dari pendengaran Alora.</p>

<p><em>&#39;Buset gue tau jalur orang dalam dong?&#39; batin Alora</em></p>

<p>Alora berdehem sejenak sebelum menarik ujung lengan seragam milik Ziel, berusaha keras agar tangannya tidak tremor.</p>

<p><em>&#39;duh jantung jangan murahan dong&#39;</em></p>

<p>Ziel mendekatkan telinganya ke arah Alora tanpa mengalihkan pandangannya berusaha untuk fokus pada pelajaran di depannya.</p>

<p>“Emang lo sekolah gini langsung konser sempet latihan?” tanya Alora pelan, Ziel sedikit terkejut karena ternyata gadis disampingnya mendengar perkataan sebelumnya membuat senyumnya perlahan mengembang.</p>

<p>“Gue latihannya mulai besok” jawab Ziel</p>

<p>“War ticketnya kapan?” tanya Alora berusaha memberanikan diri.</p>

<p>“Lo tau war ticket?” kini Ziel menaruh atensinya penuh pada pertanyaan Alora barusan.</p>

<p>“Anne nge fans sama si justin bieber itu gue cuma mau membantu” ucap Alora acuh sambil mengedikkan bahunya membuat Ziel sedikit kecewa.</p>

<p>“Tonight”</p>

<p>“HAH?” pekik Alora pelan</p>

<p>“War ticketnya, malam ini” ucap Ziel kemudian berjalan pergi bersamaan dengan bel pulang yang berbunyi meninggalkan Alora yang masih mencerna perkataan terakhir Ziel.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/war-ticket</guid>
      <pubDate>Wed, 05 Oct 2022 03:05:38 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Lies #</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/title?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;&#34;Once again we&#39;re truly sorry ya ziel&#34; ucap Yonathan sambil mendorong kepala Alora untuk ikut membungkuk pada Ziel.&#xA;&#xA;&#39;duh bego banget sih gue&#39; batin Alora&#xA;&#xA;&#34;Cabut dulu ao&#34; ucap Yonathan singkat.&#xA;&#xA;Begitu bel berbunyi Yonathan segera melangkahkan kakinya keluar dari kelas Alora, atau lebih tepatnya kabur meninggalkan temannya. Cukup sampai disitu bantuan yang diberikan olehnya.&#xA;&#xA;Alora yang ditinggalkan mengumpat dalam hatinya kemudian menarik kursinya pelan kemudian terduduk dengan canggung.&#xA;&#xA;&#34;What&#39;s ur name?&#34; tanya Ziel sambil menaikkan alisnya.&#xA;&#xA;&#39;shit&#39; umpat Alora dalam hati&#xA;&#xA;&#34;Alora Harper&#34; panggil Ziel membuat Alora panik seketika membuat Ziel mengulum senyumnya, ini waktunya untuk mode serius Ziel.&#xA;&#xA;&#34;Gue cuma liat nametag lo&#34;&#xA;&#xA;Alora hanya mengangguk pasrah.&#xA;&#xA;&#34;Gue mau tanya deh sama lo&#34; &#xA;&#xA;Alora kembali merutuki dirinya ketika pria disebelahnya terus berbicara padanya yang membuat teman perempuan dikelasnya melayangkan tatapan tajam padanya.&#xA;&#xA;&#34;Lo tau Dreamers? i mean band gue&#34; tanya Ziel yang diangguki Alora.&#xA;&#xA;&#34;Cuma pernah dengar&#34; jawab Alora singkat.&#xA;&#xA;&#39;first lie, alora&#39;&#xA;&#xA;&#34;Okay second question, Ao-&#34;&#xA;&#xA;&#34;Alora kita ga deket gausah ao ao&#34; balas Alora jutek, Ziel sedikit tersentak.&#xA;&#xA;&#34;Lo beneran bukan fans gue?&#34; tanya Ziel sekali lagi.&#xA;&#xA;&#34;GAK NGAPAIN?&#34; teriak Alora sebelum menutupi mukanya ketika mendengar bisikan-bisikan disekelilingnya.&#xA;&#xA;&#39;second lie duh gue bego banget&#39;&#xA;&#xA;Pagi itu baik Alora dan Ziel keduanya benar-benar diam hanyut dalam pemikiran mereka masing-masing.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>“Once again we&#39;re truly sorry ya ziel” ucap Yonathan sambil mendorong kepala Alora untuk ikut membungkuk pada Ziel.</p>

<p><em>&#39;duh bego banget sih gue&#39; batin Alora</em></p>

<p>“Cabut dulu ao” ucap Yonathan singkat.</p>

<p>Begitu bel berbunyi Yonathan segera melangkahkan kakinya keluar dari kelas Alora, atau lebih tepatnya kabur meninggalkan temannya. Cukup sampai disitu bantuan yang diberikan olehnya.</p>

<p>Alora yang ditinggalkan mengumpat dalam hatinya kemudian menarik kursinya pelan kemudian terduduk dengan canggung.</p>

<p>“What&#39;s ur name?” tanya Ziel sambil menaikkan alisnya.</p>

<p><em>&#39;shit&#39;</em> umpat Alora dalam hati</p>

<p>“Alora Harper” panggil Ziel membuat Alora panik seketika membuat Ziel mengulum senyumnya, ini waktunya untuk mode serius Ziel.</p>

<p>“Gue cuma liat nametag lo”</p>

<p>Alora hanya mengangguk pasrah.</p>

<p>“Gue mau tanya deh sama lo”</p>

<p>Alora kembali merutuki dirinya ketika pria disebelahnya terus berbicara padanya yang membuat teman perempuan dikelasnya melayangkan tatapan tajam padanya.</p>

<p>“Lo tau Dreamers? i mean band gue” tanya Ziel yang diangguki Alora.</p>

<p>“Cuma pernah dengar” jawab Alora singkat.</p>

<p><em>&#39;first lie, alora&#39;</em></p>

<p>“Okay second question, Ao-”</p>

<p>“Alora kita ga deket gausah ao ao” balas Alora jutek, Ziel sedikit tersentak.</p>

<p>“Lo beneran bukan fans gue?” tanya Ziel sekali lagi.</p>

<p>“GAK NGAPAIN?” teriak Alora sebelum menutupi mukanya ketika mendengar bisikan-bisikan disekelilingnya.</p>

<p><em>&#39;second lie duh gue bego banget&#39;</em></p>

<p>Pagi itu baik Alora dan Ziel keduanya benar-benar diam hanyut dalam pemikiran mereka masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/title</guid>
      <pubDate>Sat, 01 Oct 2022 05:49:34 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Upacara</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/upacara?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;&#34;Matt bangun woi&#34; teriak Hilde&#xA;&#xA;&#34;Matt?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue suruh bang jonath dobrak nih?&#34; ancam Hilde&#xA;&#xA;&#34;Wait&#34; jawab gue sebelum si bocah bikin keributan pagi pagi&#xA;&#xA;Here am i checking the clock, the fuck baru jam 5 pagi udah mau dobrak pintu, is he crazy? Mending buka pintu dulu deh.&#xA;&#xA;&#34;Gila? It&#39;s 5 a.m hilde&#34; protes gue dan dia malah nyengir tanpa dosa&#xA;&#xA;Hilde duduk di sofa kamar gue sambil buka hp nya sambil nguap. See? dia sendiri masih ngantuk udah rusuh, God i&#39;m still jetlag.&#xA;&#xA;&#34;Matt ada upcara hari ini&#34; he said&#xA;&#xA;Then i raise my elbow, jalan ke kasur gue terus duduk di sisi samping kasur gue&#xA;&#xA;&#34;How about me?&#34; i asked&#xA;&#xA;Hilde mikir bentar sambil buka game di hp nya, gue natap dia dengan muka datar. Man we still should stay annoyed.&#xA;&#xA;&#34;Baris di kelas gue&#34; jawab Hilde setelah beberapa abad mikir&#xA;&#xA;Gue tambah ragu sama ini anak jadi ketua kelas, i think he&#39;s going to ruin the entire class.&#xA;&#xA;&#34;R u serious?&#34; gue harus memastikan sebelum benar benar ngikutin Hilde, kalau ngga biasanya ini anak sesat.&#xA;&#xA;&#34;Dua rius, udah jam 6 gue mandi lo siap siap juga deh&#34; &#xA;&#xA;Let&#39;s skip that, now i&#39;m on my new school setelah disuruh balik sama dad. New school, sepi jangan ditanya Hilde kelewat rajin katanya sih mau tour lingkungan sekolah&#xA;&#xA;Weird guy.&#xA;&#xA;&#34;Lo gatau apa gue banyak diliatin beda uniform?&#34; protes gue&#xA;&#xA;&#34;Ternyata lo bisa bahasa indo? Keren juga nih bule&#34; balas Hilde, and i choose to roll my eyes&#xA;&#xA;&#34;Gue tinggal bareng jonath ga kaya lo enak dari kecil ikut our parents&#34;&#xA;&#xA;&#34;Udah bel mending ke lapangan&#34; ajak Hilde masuk ke barisan paling belakang&#xA;&#xA;&#34;I thought lo tipe baris di depan?&#34; Hilde cuma nunjuk seragam gue dengan muka kesal&#xA;&#xA;Gue lagi mengobservasi sebelum lihat Hilde ngomong sama cewe disebelah gue&#xA;&#xA;&#34;Zeno sialan gue mau ngabur ke uks malah dikasih dasi&#34; that girl was grumbling beside me&#xA;&#xA;Beberapa menit upcara dimulai tiba tiba dia jongkok, gue liat Hilde fokus sama amanat pembina upacara. Well people like me can&#39;t relate.&#xA;&#xA;&#34;Are you okay?&#34; Gue jongkok buat nyamain tinggi sama dia, she seemed confused&#xA;&#xA;&#34;Um i&#39;m fine can you just stand?&#34; ucapnya hati hati, gue ngangguk&#xA;&#xA;Kayanya dia kepanasan so i decide to block the sun for her, she just looked so small.&#xA;&#xA;Another weird feelings.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>“Matt bangun woi” teriak Hilde</p>

<p>“Matt?”</p>

<p>“Gue suruh bang jonath dobrak nih?” ancam Hilde</p>

<p>“Wait” jawab gue sebelum si bocah bikin keributan pagi pagi</p>

<p>Here am i checking the clock, the fuck baru jam 5 pagi udah mau dobrak pintu, is he crazy? Mending buka pintu dulu deh.</p>

<p>“Gila? It&#39;s 5 a.m hilde” protes gue dan dia malah nyengir tanpa dosa</p>

<p>Hilde duduk di sofa kamar gue sambil buka hp nya sambil nguap. See? dia sendiri masih ngantuk udah rusuh, God i&#39;m still jetlag.</p>

<p>“Matt ada upcara hari ini” he said</p>

<p>Then i raise my elbow, jalan ke kasur gue terus duduk di sisi samping kasur gue</p>

<p>“How about me?” i asked</p>

<p>Hilde mikir bentar sambil buka game di hp nya, gue natap dia dengan muka datar. Man we still should stay annoyed.</p>

<p>“Baris di kelas gue” jawab Hilde setelah beberapa abad mikir</p>

<p>Gue tambah ragu sama ini anak jadi ketua kelas, i think he&#39;s going to ruin the entire class.</p>

<p>“R u serious?” gue harus memastikan sebelum benar benar ngikutin Hilde, kalau ngga biasanya ini anak sesat.</p>

<p>“Dua rius, udah jam 6 gue mandi lo siap siap juga deh”</p>

<p>Let&#39;s skip that, now i&#39;m on my new school setelah disuruh balik sama dad. New school, sepi jangan ditanya Hilde kelewat rajin katanya sih mau tour lingkungan sekolah</p>

<p>Weird guy.</p>

<p>“Lo gatau apa gue banyak diliatin beda uniform?” protes gue</p>

<p>“Ternyata lo bisa bahasa indo? Keren juga nih bule” balas Hilde, and i choose to roll my eyes</p>

<p>“Gue tinggal bareng jonath ga kaya lo enak dari kecil ikut our parents”</p>

<p>“Udah bel mending ke lapangan” ajak Hilde masuk ke barisan paling belakang</p>

<p>“I thought lo tipe baris di depan?” Hilde cuma nunjuk seragam gue dengan muka kesal</p>

<p>Gue lagi mengobservasi sebelum lihat Hilde ngomong sama cewe disebelah gue</p>

<p>“Zeno sialan gue mau ngabur ke uks malah dikasih dasi” that girl was grumbling beside me</p>

<p>Beberapa menit upcara dimulai tiba tiba dia jongkok, gue liat Hilde fokus sama amanat pembina upacara. Well people like me can&#39;t relate.</p>

<p>“Are you okay?” Gue jongkok buat nyamain tinggi sama dia, she seemed confused</p>

<p>“Um i&#39;m fine can you just stand?” ucapnya hati hati, gue ngangguk</p>

<p>Kayanya dia kepanasan so i decide to block the sun for her, she just looked so small.</p>

<p>Another weird feelings.</p>

<p><img src="https://i.imgur.com/fjQboQm.jpg" alt=""/></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/upacara</guid>
      <pubDate>Wed, 01 Dec 2021 08:07:52 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Masalah Dasi #</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/masalah-dasi?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;Nama : Zenovia Avery Umur : 17 terus apalagi ya? Ga perlu gue diktein satu satu ntar lo pada juga tau, okay balik ke permasalahan gue DASI GUE HILANGG&#xA;&#xA;&#34;AVE, ZENO UDAH DIBAWAH&#34; itu mommy yang teriak&#xA;&#xA;&#34;BENTAR MOM&#34; gue beresin barang gue dulu ngobrol nya nanti lagi ya&#xA;&#xA;Pas gue lari nyamperin Zeno eh anaknya malah enak enakan sarapan di meja makan&#xA;&#xA;&#34;Gimana dasi nya?&#34; Zeno nanya gue jadi mikir lagi&#xA;&#xA;&#34;Apa mending gausah bawa topi sekalian ya Zen?&#34; Zeno yang gue tanyain mikir bentar sebelum ngangguk&#xA;&#xA;&#34;Ntar kalau dihukum gue temenin&#34; mommy malah melotot pas denger jawaban Zeno&#xA;&#xA;&#34;Hus jangan ditemenin, biarin aja anaknya dihukum&#34; kata mommy sambil nepuk pundak Zeno&#xA;&#xA;Sebenarnya anak mommy siapa? Tapi gapapa ntar bisa diseret &#xA;&#xA;&#34;Sarapan ngga ave?&#34; tanya mommy setelah sekian lama gue duduk di meja&#xA;&#xA;&#34;Males mom, nunggu Zeno aja&#34; &#xA;&#xA;Zeno yang akhirnya sadar diri ngelirik ke arah jam tangannya&#xA;&#xA;&#34;Lo kok ga bilang?&#34; Protes Zeno&#xA;&#xA;&#34;Lo yang asik makan kok gue yang salah?&#34; Gue nyolot lah masa diem diem doang mana yang salah dia&#xA;&#xA;Rumah gue ngga jauh dari sekolah terus searah juga makanya bareng Zeno terus, kalau ngga ya mana mau dia jemput gue&#xA;&#xA;&#34;Temen gue ada yang minta nomor lo&#34; kata Zeno di atas motor yang lagi jalan&#xA;&#xA;&#34;HAH APASIH NTAR AJA BEGO GA KEDENGARAN&#34; demi kebaikan bersama gue teriakin gitu aja biar dia ngga ngomong lagi&#xA;&#xA;Begitu sampai di sekolah gue nunggu Zeno yang lagi parkirin motornya di gerbang sekolah &#xA;&#xA;&#34;Hai avery gue chat Zeno gak dibales, jadi gue mau minta imess lo langsung&#34; &#xA;&#xA;Oke ceritanya mulai darisini (lebih tepatnya gara gara orang ini).&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Nama : Zenovia Avery Umur : 17 terus apalagi ya? Ga perlu gue diktein satu satu ntar lo pada juga tau, okay balik ke permasalahan gue DASI GUE HILANGG</p>

<p>“AVE, ZENO UDAH DIBAWAH” itu mommy yang teriak</p>

<p>“BENTAR MOM” gue beresin barang gue dulu ngobrol nya nanti lagi ya</p>

<p>Pas gue lari nyamperin Zeno eh anaknya malah enak enakan sarapan di meja makan</p>

<p>“Gimana dasi nya?” Zeno nanya gue jadi mikir lagi</p>

<p>“Apa mending gausah bawa topi sekalian ya Zen?” Zeno yang gue tanyain mikir bentar sebelum ngangguk</p>

<p>“Ntar kalau dihukum gue temenin” mommy malah melotot pas denger jawaban Zeno</p>

<p>“Hus jangan ditemenin, biarin aja anaknya dihukum” kata mommy sambil nepuk pundak Zeno</p>

<p>Sebenarnya anak mommy siapa? Tapi gapapa ntar bisa diseret</p>

<p>“Sarapan ngga ave?” tanya mommy setelah sekian lama gue duduk di meja</p>

<p>“Males mom, nunggu Zeno aja”</p>

<p>Zeno yang akhirnya sadar diri ngelirik ke arah jam tangannya</p>

<p>“Lo kok ga bilang?” Protes Zeno</p>

<p>“Lo yang asik makan kok gue yang salah?” Gue nyolot lah masa diem diem doang mana yang salah dia</p>

<p>Rumah gue ngga jauh dari sekolah terus searah juga makanya bareng Zeno terus, kalau ngga ya mana mau dia jemput gue</p>

<p>“Temen gue ada yang minta nomor lo” kata Zeno di atas motor yang lagi jalan</p>

<p>“HAH APASIH NTAR AJA BEGO GA KEDENGARAN” demi kebaikan bersama gue teriakin gitu aja biar dia ngga ngomong lagi</p>

<p>Begitu sampai di sekolah gue nunggu Zeno yang lagi parkirin motornya di gerbang sekolah</p>

<p>“Hai avery gue chat Zeno gak dibales, jadi gue mau minta imess lo langsung”</p>

<p>Oke ceritanya mulai darisini (lebih tepatnya gara gara orang ini).</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/masalah-dasi</guid>
      <pubDate>Sat, 13 Nov 2021 02:28:38 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Weird</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/the-picture?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Weird &#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Valerie sibuk berpose foto di ruang tengah memilih mengabaikan chat dari rendra &#xA;&#xA;&#34;Hi?&#34; Sapa jevano bingung ketika melihat valerie yang terdiam&#xA;&#xA;&#34;May i borrow your phone? Need to call mine&#34; tanya jevano yang diberikan oleh valerie &#xA;&#xA;&#34;Um jevan...&#34; ucap valerie ragu&#xA;&#xA;&#34;I know I&#39;ll keep it secret&#34; balas jevano sambil mengambil handphone miliknya&#xA;&#xA;&#34;I&#39;m not trading your signed ball&#34; ucap valerie tiba tiba membuat jevano berhenti tiba tiba&#xA;&#xA;&#34;Well okay, your phone thank you&#34; ucap jevano menyodorkan handphone milik valerie&#xA;&#xA;&#34;Gue pergi dulu&#34; pamit jevano menepuk kepala valerie sebentar &#xA;&#xA;Valerie hanya terdiam mematung sembari menatapi jevano yang berjalan menjauh&#xA;&#xA;&#34;Weird I&#39;m a weirdo&#34;&#xA;&#xA;&#34;MY LIFE&#39;S RUINED&#34; teriak valerie dari dalam rumah&#xA;&#xA;Jevano hanya terkekeh sebelum memanggil taxi juga mengecek foto yang ia diam diam kirim melalui handphone valerie tadi&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h2 id="weird" id="weird">Weird</h2>

<hr/>

<p>Valerie sibuk berpose foto di ruang tengah memilih mengabaikan chat dari rendra</p>

<p>“Hi?” Sapa jevano bingung ketika melihat valerie yang terdiam</p>

<p>“May i borrow your phone? Need to call mine” tanya jevano yang diberikan oleh valerie</p>

<p>“Um jevan...” ucap valerie ragu</p>

<p>“I know I&#39;ll keep it secret” balas jevano sambil mengambil handphone miliknya</p>

<p>“I&#39;m not trading your signed ball” ucap valerie tiba tiba membuat jevano berhenti tiba tiba</p>

<p>“Well okay, your phone thank you” ucap jevano menyodorkan handphone milik valerie</p>

<p>“Gue pergi dulu” pamit jevano menepuk kepala valerie sebentar</p>

<p>Valerie hanya terdiam mematung sembari menatapi jevano yang berjalan menjauh</p>

<p>“Weird I&#39;m a weirdo”</p>

<p>“MY LIFE&#39;S RUINED” teriak valerie dari dalam rumah</p>

<p>Jevano hanya terkekeh sebelum memanggil taxi juga mengecek foto yang ia diam diam kirim melalui handphone valerie tadi</p>

<p><img src="https://i.imgur.com/tSy442w.jpg" alt=""/></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/the-picture</guid>
      <pubDate>Thu, 20 May 2021 11:31:55 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Don&#39;t trade</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/jangan-dibuang?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Don&#39;t trade &#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Kamarnya udah gue bagi, now sleep we have schedule tomorrow&#34; ucap rendra sebelum beranjak dari sofa yang disusul oleh marvel &#xA;&#xA;&#34;Jangan ke kamar ujung, kotor&#34; ucap rendra sebelum mereka memasuki kamar masing masing&#xA;&#xA;Jam sudah menunjukkan angka dua belas tepat pertanda tengah malam, jevano yang masih terjaga memutuskan untuk berjalan jalan sejenak&#xA;&#xA;Pilihan terakhir jevano jatuh pada kamar ujung yang dilarang oleh rendra sudah terlanjur memutar gagang pintu lebih baik sedikit memgintip&#xA;&#xA;Niat awal hanya mengintip berujung melangkah masuk dengan kedua alis tertaut&#xA;&#xA;&#34;Hm?&#34; gumam jevano bingung melihat orang di depannya yang tertidur dengan pulas&#xA;&#xA;&#34;Jelek&#34; ucap jevano pada perempuan di depannya membuatnya mendumel kecil&#xA;&#xA;&#34;Pretty&#34; ucap jevano sebelum menepuk kepala valerie pelan dengan senyuman khas nya &#xA;&#xA;Mengambil notes sebelum menuliskannya kemudian ditempelkan pada bola yang ia tanda tangani&#xA;&#xA;&#39;Jevano&#39;s don&#39;t trade(.◜◡ ◝)&#39;&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h2 id="don-t-trade" id="don-t-trade">Don&#39;t trade</h2>

<hr/>

<p>“Kamarnya udah gue bagi, now sleep we have schedule tomorrow” ucap rendra sebelum beranjak dari sofa yang disusul oleh marvel</p>

<p>“Jangan ke kamar ujung, kotor” ucap rendra sebelum mereka memasuki kamar masing masing</p>

<p>Jam sudah menunjukkan angka dua belas tepat pertanda tengah malam, jevano yang masih terjaga memutuskan untuk berjalan jalan sejenak</p>

<p>Pilihan terakhir jevano jatuh pada kamar ujung yang dilarang oleh rendra sudah terlanjur memutar gagang pintu lebih baik sedikit memgintip</p>

<p>Niat awal hanya mengintip berujung melangkah masuk dengan kedua alis tertaut</p>

<p>“Hm?” gumam jevano bingung melihat orang di depannya yang tertidur dengan pulas</p>

<p>“Jelek” ucap jevano pada perempuan di depannya membuatnya mendumel kecil</p>

<p>“Pretty” ucap jevano sebelum menepuk kepala valerie pelan dengan senyuman khas nya</p>

<p>Mengambil notes sebelum menuliskannya kemudian ditempelkan pada bola yang ia tanda tangani</p>

<p><em>&#39;Jevano&#39;s don&#39;t trade(.◜◡ ◝)&#39;</em></p>

<p><img src="https://i.imgur.com/BpofK48.jpg" alt=""/></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/jangan-dibuang</guid>
      <pubDate>Wed, 19 May 2021 10:36:48 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>The beginning</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/the-beginning?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[The beginning &#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Vien watch out&#34; tegur valerie pelan ketika anaknya menuruni tangga dengan tergesa gesa&#xA;&#xA;Vienna menyeret selimutnya dengan cengiran khasnya menghampiri valerie yang menggelengkan kepalanya melihat tingah putrinya&#xA;&#xA;&#34;Let&#39;s go disney&#34; teriak vienna sambil menyelimuti mereka &#xA;&#xA;&#34;Well that&#39;s not disney honey&#34; balas valerie sambil mengusap rambut anaknya&#xA;&#xA;&#34;Mommy once upon a time&#34; ucap vienna yang sudah tidak sabar&#xA;&#xA;&#34;Don&#39;t forget to sing&#34; sambung vienna cepat&#xA;&#xA;Valerie terkekeh sebentar sebelum menarik nafasnya&#xA;&#xA;&#34;He was so cool and cruel at the same time, he could do no wrong in my eye&#34;&#xA;&#xA;                      ***&#xA;&#xA;&#34;Cause i was the groupie and he was the sta-&#34;&#xA;&#xA;&#34;Diem dulu coba udah 2 jam lo cuma nyanyi lagi itu&#34; ucap rendra jengah melihat tingkah adiknya&#xA;&#xA;&#34;Suka suka gue suara gue&#34; balas valerie tidak mau kalah&#xA;&#xA;Rendra memijit pelipisnya sambil menghela nafas kesal sebelum mendapat ide di kepalanya&#xA;&#xA;&#34;Foto marvel tapi lo diem gue mau istirahat&#34; ucap rendra cepat sebelum valerie sudah siap untuk berteriak&#xA;&#xA;&#34;Maunya kartu backstage konser besok&#34;&#xA;&#xA;&#34;The stalker will come after you if they know&#34; ucap rendra serius&#xA;&#xA;&#34;I can do anything for you but not about that we already had the deal&#34; ucap rendra sebelum meninggalkan valerie masuk ke dalam kamarnya&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h2 id="the-beginning" id="the-beginning">The beginning</h2>

<hr/>

<p>“Vien watch out” tegur valerie pelan ketika anaknya menuruni tangga dengan tergesa gesa</p>

<p>Vienna menyeret selimutnya dengan cengiran khasnya menghampiri valerie yang menggelengkan kepalanya melihat tingah putrinya</p>

<p>“Let&#39;s go disney” teriak vienna sambil menyelimuti mereka</p>

<p>“Well that&#39;s not disney honey” balas valerie sambil mengusap rambut anaknya</p>

<p>“Mommy once upon a time” ucap vienna yang sudah tidak sabar</p>

<p>“Don&#39;t forget to sing” sambung vienna cepat</p>

<p>Valerie terkekeh sebentar sebelum menarik nafasnya</p>

<p>“He was so cool and cruel at the same time, he could do no wrong in my eye”</p>

<p>                      ***</p>

<p>“Cause i was the groupie and he was the sta-”</p>

<p>“Diem dulu coba udah 2 jam lo cuma nyanyi lagi itu” ucap rendra jengah melihat tingkah adiknya</p>

<p>“Suka suka gue suara gue” balas valerie tidak mau kalah</p>

<p>Rendra memijit pelipisnya sambil menghela nafas kesal sebelum mendapat ide di kepalanya</p>

<p>“Foto marvel tapi lo diem gue mau istirahat” ucap rendra cepat sebelum valerie sudah siap untuk berteriak</p>

<p>“Maunya kartu backstage konser besok”</p>

<p>“The stalker will come after you if they know” ucap rendra serius</p>

<p>“I can do anything for you but not about that we already had the deal” ucap rendra sebelum meninggalkan valerie masuk ke dalam kamarnya</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/the-beginning</guid>
      <pubDate>Tue, 18 May 2021 08:37:18 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Thank you</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/thank-you?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Thank you &#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Aiden sedari tadi tak henti hentinya bermondar mandir di depan ruangan tentu saja sang calon kakek Edward segera berlari begitu mendapat kabar menantunya akan melahirkan&#xA;&#xA;&#34;Aiden diam kamu bikin papi panik juga&#34; tegur Edward sambil memijit pelipisnya&#xA;&#xA;&#34;Untung ada giselle, lo gimana sih masih ngantor?&#34; omel marvel yang baru saja sampai di rumah sakit&#xA;&#xA;&#34;Gue bisa jadi papa yang baik kan?&#34; tanya aiden pada nathan &#xA;&#xA;&#34;Bisalah anak gue gitu&#34; ucap nathan bangga membuat mereka semua menggelengkan kepalanya&#xA;&#xA;&#34;Bibit om ini enak aja jadi anak kamu&#34; balas edward yang hanya mendapat cengiran dari nathan&#xA;&#xA;Beberapa saat kemudian seorang suster keluar menghampiri mereka&#xA;&#xA;&#34;Suaminya yang mana ya? Tolong masuk ke dalam ruangan&#34; ucap sang suster membuat aiden bergegas mengikutinya&#xA;&#xA;Terlihat rhea dibanjiri keringat, terbaring lemas menatap aiden dengan senyum &#xA;&#xA;&#34;It&#39;s a girl&#34; bisik rhea lemah membuat aiden segera menggenggam tangan rhea erat&#xA;&#xA;&#34;Thank you&#34; bisik aiden tanpa henti&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h2 id="thank-you" id="thank-you">Thank you</h2>

<hr/>

<p>Aiden sedari tadi tak henti hentinya bermondar mandir di depan ruangan tentu saja sang calon kakek Edward segera berlari begitu mendapat kabar menantunya akan melahirkan</p>

<p>“Aiden diam kamu bikin papi panik juga” tegur Edward sambil memijit pelipisnya</p>

<p>“Untung ada giselle, lo gimana sih masih ngantor?” omel marvel yang baru saja sampai di rumah sakit</p>

<p>“Gue bisa jadi papa yang baik kan?” tanya aiden pada nathan</p>

<p>“Bisalah anak gue gitu” ucap nathan bangga membuat mereka semua menggelengkan kepalanya</p>

<p>“Bibit om ini enak aja jadi anak kamu” balas edward yang hanya mendapat cengiran dari nathan</p>

<p>Beberapa saat kemudian seorang suster keluar menghampiri mereka</p>

<p>“Suaminya yang mana ya? Tolong masuk ke dalam ruangan” ucap sang suster membuat aiden bergegas mengikutinya</p>

<p>Terlihat rhea dibanjiri keringat, terbaring lemas menatap aiden dengan senyum</p>

<p>“It&#39;s a girl” bisik rhea lemah membuat aiden segera menggenggam tangan rhea erat</p>

<p>“Thank you” bisik aiden tanpa henti</p>

<p><img src="https://i.imgur.com/df4Axz0.jpg" alt=""/></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/thank-you</guid>
      <pubDate>Wed, 12 May 2021 13:01:09 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Now and forever</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/now-and-forever?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Now and forever &#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Aiden I&#39;m scared&#34; ucap rhea ditengah perjalan pulang mereka setelah melalui hari yang panjang&#xA;&#xA;&#34;What&#39;s wrong hm?&#34; tanya aiden sambil mengelus tangan rhea&#xA;&#xA;Rhea menghela nafasnya pelan menyingkirkan pikiran buruk dalam benaknya&#xA;&#xA;&#34;I&#39;m not good enough for you&#34; bisik rhea membuat aiden menepikan mobilnya sebentar&#xA;&#xA;&#34;Kenapa kamu kepikiran gitu? Ada yang ganggu kamu?&#34; tanya aiden sambil menghadap ke arah rhea&#xA;&#xA;&#34;Just...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Rhea, kita udah hadapin banyak hal bareng bareng you know me well so do i know you that well&#34; ucap aiden halus&#xA;&#xA;&#34;You&#39;re the one I&#39;ve been looking for&#34; sambungnya membuat rhea berkaca kaca&#xA;&#xA;&#34;Thank you for loving my past&#34; cicit rhea sambil mengipasi matanya&#xA;&#xA;Aiden hanya terkekeh sambil meniupi mata rhea&#xA;&#xA;&#34;Not only your past rhea, i love you back then now and forever&#34; ucap aiden membuat rhea &#xA;&#xA;&#34;Thank you for filling my youth&#34; balas rhea sebelum menghambur ke dalam pelukan aiden&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h2 id="now-and-forever" id="now-and-forever">Now and forever</h2>

<hr/>

<p>“Aiden I&#39;m scared” ucap rhea ditengah perjalan pulang mereka setelah melalui hari yang panjang</p>

<p>“What&#39;s wrong hm?” tanya aiden sambil mengelus tangan rhea</p>

<p>Rhea menghela nafasnya pelan menyingkirkan pikiran buruk dalam benaknya</p>

<p>“I&#39;m not good enough for you” bisik rhea membuat aiden menepikan mobilnya sebentar</p>

<p>“Kenapa kamu kepikiran gitu? Ada yang ganggu kamu?” tanya aiden sambil menghadap ke arah rhea</p>

<p>“Just...”</p>

<p>“Rhea, kita udah hadapin banyak hal bareng bareng you know me well so do i know you that well” ucap aiden halus</p>

<p>“You&#39;re the one I&#39;ve been looking for” sambungnya membuat rhea berkaca kaca</p>

<p>“Thank you for loving my past” cicit rhea sambil mengipasi matanya</p>

<p>Aiden hanya terkekeh sambil meniupi mata rhea</p>

<p>“Not only your past rhea, i love you back then now and forever” ucap aiden membuat rhea</p>

<p>“Thank you for filling my youth” balas rhea sebelum menghambur ke dalam pelukan aiden</p>

<p><img src="https://i.imgur.com/OMnRgIo.jpg" alt=""/></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/now-and-forever</guid>
      <pubDate>Tue, 11 May 2021 13:11:27 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Last Revenge</title>
      <link>https://tteokbokkimbap.writeas.com/last-revenge?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Last Revenge &#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Aiden menggenggam tangan rhea yang nampak gugup sebelum masuk ke dalam ruangannya&#xA;&#xA;&#34;Kamu yakin mau ketemu papa kamu?&#34; tanya aiden khawatir yang diangguki oleh rhea&#xA;&#xA;&#34;Habis ini papa bakal di pidana pasti&#34; ucap rhea yakin sebelum masuk ke ruang interogasi&#xA;&#xA;Rhea sedikit kaget ketika orang orang di dalam meninggalkannya sendirian dengan sang ayah&#xA;&#xA;&#34;Viona lumpuh&#34; ucap rhea sebagai kata pembuka di antara mereka membuat ayahnya mencengkeram bajunya&#xA;&#xA;&#34;Kamu apain anak saya?&#34; tanya anderson tajam&#xA;&#xA;&#34;Saya anda anggap apa?&#34; balas rhea tak kalah tajam membuat anderson melepaskan cengkeramannya&#xA;&#xA;&#34;Kamu sama mama kamu dari awal cuma ast saya&#34; ucap anderson membuat rhea tertawa hambar&#xA;&#xA;&#34;Mulai hari ini papa kehilangan semua aset papa, rhea pisah kk&#34; jelas rhea sambil melirik berkas di atas meja di ruangan tersebut&#xA;&#xA;Anderson sontak memukul kepala rhea, tersenyum sinis rhea segera mengangkat kepalanya&#xA;&#xA;&#34;Lagi&#34; ucap rhea dingin&#xA;&#xA;Anderson yang tersulut emosi kembali melakukan hal yang biasa ia lakukan pada putrinya&#xA;&#xA;&#34;Rere belajar satu hal dari kalian, mau liat?&#34; tanya rhea tersenyum licik &#xA;&#xA;Anderson hanya diam memperhatikan gerak gerik anaknya di depan sana&#xA;&#xA;&#34;A-aiden&#34; ucap rhea bergetar sambil menggedor pintu dari dalam membuat para petugas serta aiden masuk dengan panik&#xA;&#xA;&#34;Rere kamu- om gila? Sekarang om menganiaya anak om di tempat umum?&#34; sinis aiden penuh kebencian pada pria yang mematung di sebelah sana &#xA;&#xA;Rhea maju beberapa langkah memeluk sang ayahnya sambil membisikkan beberapa kata&#xA;&#xA;&#34;Pah rhea cocok kan debut jadi aktris?&#34; bisik rhea pelan membuat anderson mengangkat tangannya hendak memukul rhea yang ditahan oleh aiden&#xA;&#xA;&#34;Kita pulang sekarang&#34; titah aiden merangkul rhea yang gemetaran lebih tepatnya berpura pura lemah&#xA;&#xA;Sesampainya di mobil aiden memasangkan sabuk pengaman rhea sambil menatap rhea sendu&#xA;&#xA;Cup&#xA;&#xA;&#34;Love you&#34; ucap rhea sebelum mengikatkan kembali dasi aiden yang ia tarik barusan&#xA;&#xA;Aiden tersenyum sebelum mematikan mesin mobil yang baru ia nyalakan&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h2 id="last-revenge" id="last-revenge">Last Revenge</h2>

<hr/>

<p>Aiden menggenggam tangan rhea yang nampak gugup sebelum masuk ke dalam ruangannya</p>

<p>“Kamu yakin mau ketemu papa kamu?” tanya aiden khawatir yang diangguki oleh rhea</p>

<p>“Habis ini papa bakal di pidana pasti” ucap rhea yakin sebelum masuk ke ruang interogasi</p>

<p>Rhea sedikit kaget ketika orang orang di dalam meninggalkannya sendirian dengan sang ayah</p>

<p>“Viona lumpuh” ucap rhea sebagai kata pembuka di antara mereka membuat ayahnya mencengkeram bajunya</p>

<p>“Kamu apain anak saya?” tanya anderson tajam</p>

<p>“Saya anda anggap apa?” balas rhea tak kalah tajam membuat anderson melepaskan cengkeramannya</p>

<p>“Kamu sama mama kamu dari awal cuma ast saya” ucap anderson membuat rhea tertawa hambar</p>

<p>“Mulai hari ini papa kehilangan semua aset papa, rhea pisah kk” jelas rhea sambil melirik berkas di atas meja di ruangan tersebut</p>

<p>Anderson sontak memukul kepala rhea, tersenyum sinis rhea segera mengangkat kepalanya</p>

<p>“Lagi” ucap rhea dingin</p>

<p>Anderson yang tersulut emosi kembali melakukan hal yang biasa ia lakukan pada putrinya</p>

<p>“Rere belajar satu hal dari kalian, mau liat?” tanya rhea tersenyum licik</p>

<p>Anderson hanya diam memperhatikan gerak gerik anaknya di depan sana</p>

<p>“A-aiden” ucap rhea bergetar sambil menggedor pintu dari dalam membuat para petugas serta aiden masuk dengan panik</p>

<p>“Rere kamu- om gila? Sekarang om menganiaya anak om di tempat umum?” sinis aiden penuh kebencian pada pria yang mematung di sebelah sana</p>

<p>Rhea maju beberapa langkah memeluk sang ayahnya sambil membisikkan beberapa kata</p>

<p>“Pah rhea cocok kan debut jadi aktris?” bisik rhea pelan membuat anderson mengangkat tangannya hendak memukul rhea yang ditahan oleh aiden</p>

<p>“Kita pulang sekarang” titah aiden merangkul rhea yang gemetaran lebih tepatnya berpura pura lemah</p>

<p>Sesampainya di mobil aiden memasangkan sabuk pengaman rhea sambil menatap rhea sendu</p>

<p><em>Cup</em></p>

<p>“Love you” ucap rhea sebelum mengikatkan kembali dasi aiden yang ia tarik barusan</p>

<p>Aiden tersenyum sebelum mematikan mesin mobil yang baru ia nyalakan</p>

<p><img src="https://i.imgur.com/NchpZBW.jpg" alt=""/></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://tteokbokkimbap.writeas.com/last-revenge</guid>
      <pubDate>Sat, 08 May 2021 13:57:58 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>